Selasa, 24 September 2013

Sejarah Museum Pusaka Karo

Masyarakat Karo secara umum memiliki nilai-nilai budaya sendiri yang turun temurun dari nenek moyang suku Karo yang telah lama  menerapkan Sistem Religi, Organisasi Masyarakat, Pengetahuan, Mata Pencaharian Hidup, Ekonomi, Teknologi dan Peralatan, Bahasa, dan Kesenian.
Dari unsur-unsur inilah orang Karo beranjak dan berkembang menjadi manusia yang modern dan hampir melupakan beberapa element tersebut yang dewasa ini kita sebut peninggalan bersejarah atau Pusaka yang mestinya dilanjutkan, dilestarikan dengan aman dan bijaksana. 
Mengingat ini semua, maka perlu dilakukan suatu kelangsungan hidup dari budaya itu sendiri dengan cara membudayakan pelestarian atau mencegah suatu kepunahan.
Maka muncullah MUSEUM PUSAKA KARO yang berada di pusat kota Berastagi sekitar 20 meter dr kantor Informasi Wisatawan (Tourist Information) atau sekitar 50 meter dr Monumen Perjuangan Berastagi.

Museum Pusaka Karo di kota Berastagi menyimpan dan mengoleksi benda pusaka asli Karo dengan tanpa membeli satupun dari benda pusaka Karo tersebut (sumbangan/titipan dr masyarakat Karo). Museum ini dibangun atas Gagasan P. Leo Joosten Ginting OFM.Cap, sbg menara pemeliharaan kebudayaan Karo yang mulai terancam punah dikikis erosi zaman. Sampai saat ini (2013), Museum ini masih terus berusaha mengumpulkan benda peningglan bersejarah orang Karo. Foto: Kriswanto Ginting's

Berawal dari gagasan seorang misionaris Belanda bernama Joosten Leonardus Edigius yang lebih dikenal sebagai Pastor Leo Joosten Ginting (bere-bere Sitepu). Terpanggil utk mengemban tugas melaksanakan upaya melestarikan nilai-nilai budaya Karo, mengingat tugas Gereja yang luhur dalam menjunjung tinggi nilai-nilai budaya semua bangsa dan suku di dunia ini, sebagaimana dirumuskan oleh Konsili Vatikan II dalam Sacrosanctum Concilium nomor 37 dan Konsili Gaudium et Spes nomor 53-62.  Para sahabat di Taneh Karo dikumpulkan untuk berbagi “kegelisahan” dan untuk menghimpun barang-barang dan perkakas-perkakas sebagai Pusaka Karo yang akan dipamerkan berikut ratusan gambar “tempoe doeloe” yg sudah diketemukan dr berbagai sumber dan media.
Lebih jauh tentang museum ini, sebagaimana tertuang dalam akte pendiriannya yang dibuat pada kantor notaris Fransiska Br. Bangun, SH. M.Kn dan didaftarkan pada kantor Pengadilan Negeri Kabanjahe, museum ini dikelola dalam LEMBAGA MUSEUM PUSAKA KARO. Lembaga ini
Beberapa benda pusaka asli Karo yang dikoleksi Museum Pusaka Karo spt: Padung-padung, pustaka lak-lak, Kudin Gelang-gelang, uis Karo, Ingan pertendangen, Tungkat Penalun, Tagan-tagan, Tutu-tutu, Bilang-bilangen, dan miniatur Rumah adat Karo “Rumah Gugung”. Foto: Kriswanto Ginting's
 

akan ditingkatkan menjadi Yayasan Pusaka Karo yANg akan didaftarkan pada Kantor Hukum dan Hak Asasi Masusia Republik Indonesia. Museum Pusaka Karo yang merupakan bekas gedung Gereja Katolik (lama) di Jln. Perwira No. 3 Berastagi, mulai dibangun pd tahun 2010 dan diresmikan pada tanggal 9 Februari 2013 oleh Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya dan ibu Lisa Tirto yang menjadi penyandang dana (sponsor) pendirian museum dan rumah adat Karo “Rumah Gugung Tirto Meciho”

Museum Pusaka Karo dan Lembaga Pusaka Karo ini, sebagaimana fungsi pengertian umum dari Museum, merupakan karya dan bakti orang Karo yg peduli akan budaya dan sejarah Karo, dalam melestarikan kebudayaan Karo utk tetap abadi, dng keagungannya yang sarat nilai akan kebaikan dapat memberi sumbangsih pada pembangunan manusia Karo khususnya, manusia Indonesia khususnya dan sekaligus peradaban dunia pd umumnya. (source Betlehem Ketaren, di edit seperlunya oleh: Kriswanto Ginting's)


Kiri: tarian tari Tungkat yang lakoni pemuda/I Karo di Berastagi pd saat pesta Peresmian Museum Pusaka Karo 09/02/13. Kanan: Salah satu koleksi Museum Pusaka Karo yang tidak kalah menarik yatiu rumah adat Karo “Rumah Gugung Tirto Meciho”. Rumah adat ini direstorasi dan diangkat dari desa Budaya Dokan dng bantuan sponsor dr Tirto Utomo Foundation. Foto: Fulgensius Pasaribu/Kriswanto Ginting's



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar